Tampilkan postingan dengan label modifikasi motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modifikasi motor. Tampilkan semua postingan

Ganti Knalpot Yamaha V-Ixion Harus Setting CO

yamaha vixion Buat pemilik Yamaha V-ixion, mungkin Anda sudah ganti knalpot. Selain tampilan beda, juga ada perubahan pada tenaga. Nah, ubahan bentuk saluran buang memengaruhi masukan udara dan bensin yang disuplai ke ruang bakar.

 

Untuk mengaturnya, hanya bisa melalui settingan CO (karbon monoksida) melalui ECU (electronic control unit) dengan bantuan alat FI diagnostic tool. Alat ini dimiliki bengkel resmi.

Dari pabrik, CO disetel di angka nol (0). Karena ada perubahan bentuk knalpot, maka adjuster gas bakar dalam range -30 sampai +30. "Bila angka dinaikkan atau (+) bertambah dari nol, bensin lebih kaya. Sebaliknya, jika diturunkan (-), bensin lebih sedikit," jelas Athanasius Ketut Hargunanto, mekanik Yamaha Gunung Sangyang, Krobokan Bali.

Sekadar info saja, lanjut Ketut, tiap kenaikan satu angka ada penambahan suplai bensin sebesar 0,05 cc. Ganti knalpot racing, biasanya di adjuster-nya mengarah ke setting-an CO lebih turun (-).

 

Namun, dia mengatakan, itu bukan patokan pasti. Sebab, untuk dapat tenaga bawah sampai atas rata dan maksimal, motor harus dicoba jalan. Maksudnya, jika tiap perpindahan gigi, kenaikan putaran mesin lamban, hal itu bisa di-adjuster ulang sampai pas.

 

modifikasi yamaha vixion "Bisa naik bisa turun. Semua kembali ke soal ubahan knalpot terhadap kebutuhan air fuel ratio (AFR) gas bakar yang dipasok," ujar pria kelahiran Lampung, Sumsel, ini.

Adapun untuk lakukan setting CO, secara teknis alat ini dicolok ke salah satu kabel ECU. Secara otomatis, FI diagnostic tool akan memberi informasi, baik kondisi injeksi maupun komponen penunjang.

Kereen! Yamaha V-ixion Jadi Berotot dan Extreem

motor yamaha terkeren 2009 Sekalipun sudah kurang produktif, tapi dalam memodifikasi motor, karya Aming Ali Warga masih tetap diperhitungkan dan bikin mata melotop. Lihat saja hasil tangan terampilnya pada Yamaha V-Ixion yang beraroma muscle bike ala streetfighter ini. Sangat tidak mudah memadukan estetika itu.
Di sini Aming perlu meramu dan mempertajam estetika customized yang dimulai dari bodywork model Yamaha TZ125 dipadu moge Yamaha R6, sekalipun minimalis. "Kami perlu merehab sasis di main frame kamuflase ala TZ125," ujar sang builder. Sedang untuk sub frame diarahkan Aming ke R6.


Sebagai penyesuaian, dimensi dan lengan ayun pakai produk Italia. Yang dipilih Aming, Aprilia 250 Diablo. Sementara sistem sok belakang yang udah diubah jadi mono memakai merek Ohlins.
Dari sini bentuk sudah mulai tampak. Untuk mengentalkan streetfighter, agar T bagian atas dan bawah jadi lebar diadopsi dari Suzuki GSX600 lengkap dengan sok upside down.

modifikasi yamaha vixion  
Konsep yang dimaui Aming sudah dapat dan tinggal bermain detail. "Jangan sampai khas LM (Laksa Motor) hilang, maka masukan dari LM mulai diterapkan," sebut sang builder yang tidak bisa dipisahkan dari rumah modifikasi Laksa Motor.
Lihat batok lampu depan merupakan khas LM untuk menopang lampunya dari FZ1000 orisinal. Pertimbangannya, konsep mendekati streetfighter tadi bakal digembungkan desain batoknya. Apalagi kaki-kaki sudah kekar dengan pelek pakai Honda CBR600 palang enam untuk depan dan belakang.
Desain khas LM lainnya, tampak pada tutup cover mesin dan jok belakang yang mungil model single seater. kesan modern dan futuristik tampak pada spidometer model digital Koso, kemudian knalpot memakai silincer bikinan Akropovis titanium karbon model oval, dipadu pijakan kaki dari Yoshimura. Master rem belakang dicomot dari Nisisin plus kaliper Honda CBR400 Fireblade, sedang depan Nissin dari CBR1000 Fireblade.
Di sini Aming tak ingin menghilangkan total ciri Yamaha V-ixion. Seperti lampu sein standar tetap dipakai. Hasilnya, motor milik Hansye ini pantas disebut Naked Streetfighter. (Yuli Haryadi)

Data modifikasi
Pelek depan         :Palang 6 CBR600
Ban depan           :Michelin 120/60-17
Pelek belakang    :6-17 inci
Ban belakang      :Michelin 160/60-17                                     motor konsep yamaha
Sepatbor depan  :Cagiva Multi Strada
Rantai                 :Tipe 520 gold
Engine cover       :Laksa Motor       
Cat                     :Biru Spice Heckere
Lampu dpn/blk   :FZ1000 dan Yamaha R6

Motor Anaconda Super Extrem

modifikasi low rider extrem

Karya builder H Bimo Hendrawan ini patut diacungi jempol. Meski modifikasi yang dilakukan kali ini menyimpang dari kebiasaannya. Dari aliran pro-street futuristik yang memanjakan performa, peranti lux dan cinggih, ia mencoba gaya freestyle dan sport oldschool.

Hasilnya, seperti yang Anda lihat. Pantas kalau karyanya itu masuk Best Choice dari majalah Em Plus.

Sesuatu yang baru

Soal modifikasi moge, Bimo, yang identik dengan Harley-Davidson sebagai subyek karyanya, boleh dibilang jagonya. "Sekarang ingin menampilkan sesuatu yang baru," bilang punggawa Bimo Custom Bikes (BCB) dari Jl Pangeran Antasari No 38B, Jakarta Selatan.

Selain itu, Bimo menciptakan motor ini untuk memenuhi keinginan kliennya dari Bali. Pemilik motor, katanya, ingin punya modifikasi yang ekstraordinari. "Kalau bisa yang mengejutkan dan lain dari biasanya," ucap Pak Haji menirukan omongan owner motor.

Untuk memenuhi kliennya, Bimo coba mencontoh sasis kurva dari Wild West Frame (WWF) asal Texas, Amerika. Jadi, kerangka yang dibikinnya model melengkung, tapi tidak rigid. Lantas, konsep sasis kurva dengan sistem softail di belakang yang di atasnya ditulis ANACONDA dikirim. Untungnya, pihak WWF menerima tantangan Bimo.

Setelah sampai di Jakarta, kerangka mengalami beberapa revisi. Posisi tempat duduk terlalu ke bawah dan sulit untuk membongkar shock tengah yang ngumpet di back-bone. Setelah sadel dinaikkan beberapa sentimeter, posisi rider lumayan nyaman.

Pada bagian depan, BCB memilih rake 42 derajat di komstir dan tambahan 5 derajat di triple three. Agar ergonominya lumayan jinak, setang didesain mendekati jangkauan.

Bersih
Selain tampilan yang ekstrem, sisi menonjol lainnya ada pada sistem inner throttle. Nyaris tak ada kabel yang kelihatan karena hampir seluruhnya masuk ke sasis. Termasuk aki yang ngumpet di kolong dan shock Ohlins di dalam back-bone.

Harmonisasi juga jadi perhatian Bimo. Seperti rancangan setang, bagian itu disamakan dengan lengkungan back-bone yang merangkap tangki. Termasuk desain lengan ayun, bagian belakang mengikuti Anaconda yang menjadi titik perhatian. Knalpot menyesuaikan termasuk corong karbu di dalam back-bone.

Tak cuma itu, pilihan velg juga tepat. Buatan Extreme Motorsport USA dengan tampilan 3D (tiga dimensi) menambah elegan tampilan. Lantas, apa nama motor ini?

Dari mesin, jelas Harley-Davidson. Lebih tepat kalau dinamai ANACONDA. (Isf@n)

Modifikasi Yamaha Mio

Bisa ditebak hasilnya kalau anak berusia 11 tahun punya motor dan minta dimodifikasi. Seperti yang terjadi pada Al Ghazy Nicola Bahsar. Murid kelas V SD ini "merengek" ke bokapnya (orangtua) minta dicarikan modifikator karena ingin mengubah tampilan motornya.moi retro modifikasi yamaha mio 2 Sang ayah, Agus, memercayakan Tauco Custom (TC) untuk memodifikasi Yamaha Mio 2008 milik anaknya. "Kebetulan dekat dengan rumah kami yang di Cilandak," pertimbangan Agus.


Lantaran yang minta anak kecil, Topo Goedel Atmojo, juragan TC, tak ingin melakukan perubahan ekstrem. Konsepnya, lowrider yang enak dilihat. Maka, langkah pertamanya memundurkan roda belakang 10 cm.
Bodi tak banyak yang disentuh, kecuali lampu depan. Standarnya diganti dengan Yamaha Fino yang bulat dan lucu. Penggantian ini mau tak mau harus membobok cover bodi depan. "Kali ini enggak pakai pelat, hanya solder plastik antara bodi asli Mio dengan bawaan Fino," jelas Topo. Lalu, sambungan ditutupi dengan dempul.

Bagian belakang juga enggak ada yang ekstrem, kecuali knalpot hasil desain TC. Mulai dari leher sampai bagian tengah muffler ditutup cover berbahan pelat galvanis. "Murni karya kami. Sekalian bisa jadi pelindung panas lho," komentar Topo. Cover itu dikasih aksen lubang-lubang kecil untuk memperlihatkan detail sempurna.

Sokbreker belakang standar diapkir dan masuklah punya Honda Grand. Pengganti itu terpilih karena memiliki beberapa keunggulan. Selain bentuknya yang krom, "Batang yang besar cukup menarik. Dari segi harga jauh lebih murah," beber Topo.
Kemudian, pada ujung jok belakang dikasih sissy bar yang desainnya lumayan unik. "Karena enggak mau sissy bar yang tinggi, maka dibuat pendek dengan model mahkota," belanya.
Ghazy pun sangat senang melihat motornya yang udah berubah tampilan. Ya, Yamaha Mio itu hanya sebatas dipandang saja karena usianya masih 11 tahun dan belum punya SIM.

Low Rider dan Hot Rod Tetap Kuat



Berawal dari sekadar bolt on sampai ekstrem, semua model modif terekam selama 2008. Ramainya modifikasi lantaran banjirnya variasi pendukung. Kemudian, Thailand yang menjadi acuan juga lagi bergelimang dengan skubek.

Untuk 2009, ada beberapa style sepertinya akan semakin populer. Virus pertama low rider (LR) dan hot rod (HR). Dimulai 2008 dengan ciri modif yang bisa dikenali lewat mundurnya roda belakang atau mengubah jarak sumbu roda. Masih ada lagi yang bikin low rider kian berkelas, yakni ubahan bodi dan cat serta pemasangan variasi pendukung seperti setang dan knalpot.


Semua harus punya nada yang sama dengan irama ubahan tadi. Cirinya mengilap layaknya krom, atau gelap sekalian alias hitam pekat. Dalam perkembangannya, aliran LR dan HR bertambah ekstrem. “Misalnya bukan hanya bertambah panjang, tapi juga menjadi lebih rendah atau ceper. Artinya, bodi lebih mencium tanah,” jelas Roby Istim Mangolan.

Virus lain yang akan ramai adalah tampilan big matic. Aliran ini diadaptasi dari perkembangan di Jepang. Di sana, skubek ber-cc besar dibuat dengan body kit baru agar tampak semakin besar. Minimal yang digunakan Yamaha Majesty 250 atau Suzuki Brugman. Namun, oleh modifikator Indonesia itu bisa diaplikasi di Yamaha Mio dan teman-temannya.

Sementara itu, penganut aliran ekstrem sepertinya akan tetap menguatkan image skubek tangguh untuk semua medan. Pilihannya, tampilan seperti ATV (all terrain vehicle) atau motor empat roda.

Untuk penggila kecepatan, modifikasi di bagian mesin enggak ada habisnya. Selain di trek lurus, saat ini balapan skubek semakin banyak animonya lantaran sangat didukung ketersediaan suku cadang racing-nya.

Lebih edan lagi, pemakai skubek tak hanya main bore up, tapi sudah masuk ke tingkat engine swap alias mengganti mesin standar dengan punya skubek gede dari luar negeri. Contohnya, Suzuki Spin 125 yang sudah ganti mesin Honda Forza 250 cc.

Modifikasi Motor Pentolan Grup Band The Titans

Beberapa anggota grup band papan atas ada yang doyan modifikasi. Di antaranya, dua pentolan The Titans, Andika (keyboard) dan Indra (bass). Mereka sangat paham akan perkembangan modif sepeda motor. Bisa dibayangkan, dengan kocek yang banyak dari hasil rekaman dan manggung, seperti apa motor yang mereka inginkan?

Indra yang bernama lengkap Hendra Suhendra punya Honda Vario produksi 2007, sedangkan rekannya Suzuki Skywave 2008. keduanya kepincut dengan aliran modif low rider dan big matic. Dan Indralah yang jadi sumber virus sampai Andika ikutan. "Kalau motor enggak dimodif, pasti jarang dilirik," alasan Indra.


Namun, Indra tak ingin modifikasinya sampai yang ekstrem banget. Persyaratan utama low rider, seperti sumbu roda mundur, mutlak. Tapi ia minta hanya 15 cm saja. Lalu, konsepnya bolt on dan masih nyaman dikendarai. Sebab, kalau pergi ke studio atau sekadar nongkrong di lokasi yang masih aman, kata Indra, pasti dibawa.

Untuk mengubah tampilan motor mereka, Indra menyerahkan skubeknya ke tangan Yayak dari 909 Matic di Jl Cihampelas, Bandung, Jawa barat. "Konsepnya manis saja, seperti umumnya lagu mereka. Di sini Yayak hanya menambahkan ducktail yang dibuat dari fiber dan visor minimalis yang bertuliskan nama grup band mereka.

Sementara itu, Andika Naliputra Wiraharja, begitu nama lengkap Andika, sedikit lebih berani mengubah tampilan Skywave-nya. Bisa dilihat pada lengan ayun dan shock belakang yang model ganda, yang diubah menjadi tunggal dan posisinya digeser ke tengah.

Bila Indra mengukir nama grup bandnya di visor, Andika beda. Ia menempelkannya di knalpot. Sekalipun garapan modifikasinya beda, ada yang sama dari kedua motor itu. Andika dan Indra sama-sama mengusung setang Robocop. Selain enak dilihat, "Juga bisa disetel, jadi posisi tangan saat riding bisa diubah juga," ungkap Indra. (Nurfil)

GSX1000 dan R6

Mau tampilan Suzuki Thunder bergaya moge, kebanyakan orang pasti tiru Suzuki GSX1000. Sebab varian ini dianggap cocok dan semerek. Menurut Dimas Puji, cocoknya hanya di sisi samping. Sedang depan dan belakang, diusahakan ambil contoh varian lain. Katanya sih biar nggak bosan dilihat.

Keinginan teknisi Mesjid Kubah Mas, Maruyung, Depok itu sejalan dengan konsep Wardoyo. Dia builder yang baru buka rumah modifikasi sendiri. Apalagi sebagai garapan perdana,1734thunder--bela-2.jpg cah Sragen, Jawa Tengah itu menawarkan cara mudah dan murah bikin motor standar turing jadi moge pemanja kecepatan.


“Ini karya saya paling senderhana. Tapi tidak tampak murahan kan. Ide saya kali ini, intinya mau kasih tahu konsumen. Dengan dana minim dan motor standar masih bisa dibikin seperti itu. Jadi jangan takut kecewa,“ ungkap pemilik rumah modifikasi G2C di Jl. Gandul Krukut, Ambara Cinere, Depok.

1735thunder--bela-3.jpgMeski ubahan sederhana, tapi Wardoyo tidak melupakan estetika dasar motor. Terlebih soal keamanan dan kenyamanan saat dikendarai. Maka sebagai patokan, pria berbadan gempal ini mengambil sampel langsung spek tubuh si pemilik motor sebagai acuan awal ubahan.

“Karena postur Puji tidak terlalu tinggi, saya usahakan ubahan di sektor kaki-kaki tidak berlebihan alias tidak ambil part limbah. Hanya pasang sok depan asli digandeng lengan ayun handmade dari pelat tebal 5 mm berikut monosok Suzuki Satria 2-tak,” lanjut alumnus STM Tiara di Srangen ini.1736thunder--bela-4.jpg

Lantas setelah ketemu dimensi kaki-kaki ideal, baru deh fairing Suzuki GSX1000 dibikin sesuai ukuran suspensi. Deltabox juga dari pelat. Dan biar tidak terlihat membosankan, sesuai keinginan pelanggan, tampilan depan fairing dirombak mirip Yamaha R6.

Tentu dengan cara itu, hasil akhir fairing pasti tidak mengecewakan. “Yang pasti kerjanya jadi tidak dua kali lantaran masih sering bongkar-pasang,” imbuh Wardoyo yang mengaku tetap bikin braket fairing knockdown di komstir dan di deltabox.

Begitu juga tangki bensin yang dibentuk ulang hingga selaras lekukan fairing. Bahkan ubahan di sektor tulang belakang, akibat pemasangan silincer double undertail, oleh Wardoyo diimbangi bentuk buritan persis Yamaha R6.

Sekarang motor Dimas Puji nggak membosankan lagi.

G2C ANGKAT NAMA GANDUL CINERE

Nama G2C alias Gandul 2Wheels Custom, diangkat Wardoyo sebagai nama baru rumah modifikasinya. Tentu tidak sembarang kasih nama. Kabarnya doi memang ingin mengangkat nama daerah di pinggir Jakarta Selatan atau tepatnya Cinere agar lebih terkenal di jagad modif.

“Orang tahu nama Gandul mungkin cuma di serial TV Si Doel Anak Sekolahan. Moga dengan hadirnya G2C, nama Gandul bakal lebih tenar di soal kreativitas modifikasi,” kata Wardoyo seperti caleg yang mulai kampanye terbuka.

Streetventure Style

Sukirno from Golden Water alias Banyumas, Jawa Tengah, dua tahun lalu demen banget streetfighter. Tak heran Jupiter MX dipotong en disulap jadi petarung jalanan. Nah, begitu sekarang gandrung adventure, motor Komeng yang milikinya itu berubah haluan jadi motor penjelajah.

Namun meski motor adventure tapi masih berbasis streetfighter. “Jadilah gaya baru, yaitu streetventure. Biar aku tetap bisa adventure, tapi tidak perlu beli motor baru lagi untuk dimodif,” buka lajang kelahiran 1 Oktober 1981 ini. 1602jupiter-mx-detail.-andika3.jpg

Prioritas ubahan fokus pada kaki-kaki. Kan butuh kekuatan untuk libas jalan terjal dan berliku. “Sok depan pakai lungsuran moge Suzuki Bandit 400 cc, termasuk segitiganya. Sedang kaki belakang tetap pakai orisinal,” papar lajang berambut ikal ini.

Diameter roda motor off-road juga disesuaikan dengan ciri khas motor trail. Roda ring 17 inci di depan kombinasi diameter 14 inci pada roda belakang. “Secara fungsi, postur motor jadi pas. Gak terlalu rendah dan juga tidak tinggi. Juga sesuai dengan tubuh dan riding style saya,” yakin lajang yang gaul disapa Inoe ini.

Praktis, dominasi gaya adventure tertumpu di kaki-kaki. Sedang bodi tetap bernuansa streetfighter. Bodi yang dulu garapan Agus Djanuar dari X-K Bike Design, Purwokerto, dipertahankan.

REM PINDAH KE TANGAN

1601jupiter-mx-detail.-andika2.jpgUntuk kebutuhan nyusruk ke hutan, rem belakang tentu penting. Makanya enggak mungkin dong dihilangkan. “Cuma dipindah ke tangan. Jadi kayak skubek. Kedua rem di tangan. Lebih praktis, mudah dan nyaman buat adventure,” alasannya.

Selain cara ngeremnya mudah, pindahnya posisi rem juga membuat kekhawatiran rem nyangkut saat melewati medan terjal.





DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 275-17
Ban belakang : Swallow 90/100-14
Pelek depan : Rossi 1,85-17
Pelek belakang : TDR U-Shape 1,85-14
Lampu depan : Orisinal
Knalpot : Custom
Setang : Renthal
Cat : Dian Painting

Modif Sport Custom


Tidak ada lagi identitas untuk mengenali, apa merek motor ini? Biasanya, sekalipun dimodifikasi ekstrem, dari blok mesin bisa ketahuan. Atau lampu depan, tapi malah mirip Ducati Monster. Semua ciri itu sudah lenyap .

“Fairing yang benar-benar menutupi seluruh bodi, nggak hanya setengah,” jelas Arno dan Ardi dari Amoba Fiber Planet yang bikin ide edan ini. Bentuknya yang mirip motor balap ini menggunakan bahan fiber yang terinspirasi dari Honda CBR400. Ayo, tebak lagi dari sisi yang mana?

Ketika Arno dan Ardi ditanya, “Idenya saja sih. Semua dicustom ulang demi menyesuaikan bentuk buritan yang murni ide sendiri,” jawab Arno. Seperti fairing depan yang besar, ternyata terdiri dari 3 sambungan agar mudah dalam proses pembuatannya.

Diakui oleh Arno kalau sosok motor terlihat nggak optimal. Namun ia menjamin saat dibesut tetap stabil walau cover gede begitu. “Tetap tabil karena memperhatikan lekukan dan dibuat juga lubang udaranya,” tegas Ardi.

Kisi-kisi udara di samping yang cukup lebar untuk meminimalisir turbulensi udara. Selain mempermanis tampilan secara keseluruhan. Termasuk aliran udara ke mesin supaya tidak overheat lantaran tidak memakai radiator layaknya motor sport moge.

Bodi yang gambot tentu harus disesuaikan dengan kaki-kaki subur juga. Ini memang dipahami oleh kedua Arek Malang ini. Supaya kelihatan besar, “Sokbreker standar yang depan ditutup pakai kondaom dari bahan fiber. Jadinya kan lebih gendut,” cerita keduanya.

Sementara pelek, keduanya mengaku buat sendiri alias custom. “Ngerol besinya harus benar supaya jalannya lurus. Yang penting tapaknya lebar,” cerocos Arno. Sayang, desain joknya ala sofa, kurang pantas dengan bentuk bodi. “Malah sekarang jadi nggak cocok buat balap, ya,” aku Ardi.

Namun dari hasil karya Arno dan Ardi ini yang patut diacungi jempol adalah pemilihan cat dan grafis. Sadar kalau bodi motor bongsor, maka warna dasarnya dipilih putih. Ditambah coretan airbrush maka efek gendut tadi kian dieliminir lagi.

Tapi, ngomong-ngomong, merek motor apa? Supaya nggak penasaran, Honda Mega Pro 2003. (Endar)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Duro 110/60-17
Ban belakang : Batlax 190/50 x 17
Pelek depan : Hand made
Pelek belakang : Hand made
Sok depan : Custom
Sok belakang : YSS
Swing-arm : CBR400
Karburator : RX-King
Amoba Fiber Planet : 0856-357-6002

Honda Evo 6 Karya Anak Bangsa


Pada pameran sepeda motor di JCC, Desember tahun lalu, di stan Astra Honda Motor terpajang Honda Evo 6. Ternyata, motor jenis sport yang masih konsep itu telah merasuki pikiran Ivanggar Pambudi. Sampai-sampai, pria berdomisili di Jakarta ini sulit tidur.

Kebetulan, Ivan punya Honda Mega Pro. Maka, kendaraan tersebut dikirim ke rumah modifikasi Tauco Custom (TC) untuk diubah menjadi Evo 6. "Pusing gue, kalau mirip banget ama Evo 6 kan ribet dan pasti mahal. Pakai pro-arm segala," ujar Topo Goedhel Atmodjo dari TC yang pantang menolak tantangan.

Hasilnya, dengan mengadopsi komponen dari empat merek motor, Honda Mego Pro telah berubah wujud menjadi Evo 6. Ivan pun kini bisa tidur nyenyak.

Gemuk dan padat
Ciri khas dari Evo 6 terpancar dari tangki dan tutup mesin. Dua sektor ini bisa diakali Topo, terkecuali lengan ayun (swing-arm), desainnya murni karya TC. Untuk tangki bahan bakar, Topo bisa menciptakan mirip konsepnya yang tidak membulat, tetapi ramping.

"Di kanan kirinya ada lekukan sehingga bisa membuat kaki enak menjepit," cerita Ivan. Karya Topo paling nyeleneh di cover mesin bagian atas. Kalau aslinya membentuk pipa knalpot dari mesin enam silinder, Topo menirunya sebagai mesin silinder tunggal. "Pipanya terpotong dan hanya menempel. Sekilas mirip aslinya sih," bangga builder yang kini ikutan balap skubek.

Pemakaian atribut ini mengesankan motor tampak berat di depan. Hal itu pun disadari Topo. Makanya, ia membuat swing-arm yang besar. Selain itu, knalpot didesain untuk mendapatkan efek penyeimbang bodi depan dan belakang. "Meski pendek, tapi gemuk dan padat," bela Topo.

Lantaran tampilan bodi sudah berubah jadi lebih kekar dan adanya pemakaian bahan pelat dalam memodifikasi, tenaga standar di motor pasti keteter. Agar bisa tetap ngacir, solusinya melakukan bore-up.

Pada dapur pacu, Topo memasang piston Yamaha Scorpio yang berdiameter 70 mm. Penggantiannya ini membuat kapasitas mesin terdongkrak menjadi 222,3 cc. Untuk karburator dipakai yang model racing, yakni Keihin PE 28.

Karena motor konsep, tampilan harus terkesan modern, dan Topo ingin kesan itu ada di kreasinya. Makanya, seperti spidometer, dipakai yang berkesan up-to-date. Peranti digital ini tambah keren jika penempatannya pas dan lebih menarik.

Satu hal yang dibanggakan adalah penempatan kunci kontak yang beda dari biasanya. Mengenai velg yang berkelir hitam, untuk bagian belakang, dipakai punya Aprilia. Adapun disc brake dicomot dari Suzuki Satria F-150 dan setang dipilih dari merek Kawasaki Ninja.

Honda Bulldog yang Bercula


Anjing jenis bulldog kalau dilihat dari depan tampangnya jelek banget, tetapi terkesan galak. Nah, Agus Djanuar dari rumah modifikasi XK Bike Design Purwokerto, Jawa Tengah, telah memodifikasi Honda GL Pro 1997 berparas bulldog.

Kebayang dong kalau ditatap dari depan sampai ke samping kesangarannya. "Bertema bulldog dengan ciri penuh di depan dan minimalis di belakang," jelas Agus. Boleh jadi, karyanya itu sebagai virus baru di 2009.

Perombakan GL Pro dilakukan oleh kru XK Bike Design, Wawang Cool, yang sudah ngelotok di soal permak bodi dengan bahan fiberglass. Hebatnya, karyanya itu gabungan bulldog dengan streetfighter West Jateng Style (WJS). Di sini ditonjolkan bentuk dan guratan runcing sebagai tekstur kontur. Ciri utamanya, tegas Wawang, kontur menyiku dan cenderung lancip serta shroud yang penuh menutupi bodi hingga ke arah depan.

Ciri kental WJS berupa tangki kecil masih kuat menempel di GL Pro. Menariknya, desain penyimpan bahan bakar ini unik, yakni ada cula seperti pada badak. Lebih spesifiknya, seperti pegangan tangan pada kuda rodeo. Pada tangki itu bukan sekadar variasi, fungsinya sebagai corong filter.

Apa tidak mengganggu saat berkendara. Justru, dengan memakai setang model lurus yang panjang hanya 80 cm, lebih mudah handling-nya. Materialnya menggunakan Indonesian Steel Tube Work.

Kreasi menarik lainnya, coba lirik lampu belakangnya. Dengan buntut yang pendek menjadi manis dipakai lampu dari Honda CS-1 yang cocok dan pas. Bukan sekadar pemanis saja, tetapi tetap fungsional dan punya estetika. Sayangnya, bulldog GL Pro ini berubah sifat menjadi egois, tanpa bisa membawa penumpang.


Tak Puas dengan Tongkrongan Vixion


Otak penikmat roda dua tanah air nampaknya sudah terkontaminasi dengan besutan-besutan builder saat ini.

Tak jarang motor yang baru saja dibeli langsung diboyong ke rumah modifikasi lantaran kurang puas dengan bodi bawaan pabrikan yang kurang melihatkan sisi segar dan macho.

Seperti yang dilakukan Lutfi yang akrab dipanggil Upic ini. Motor Vixion keluaran Yamaha yang mempunyai tampilan futuristik ini dirasa belum pas untuk dipakai sehari-hari.

Maka, tak lebih dari 2 minggu setelah hadirnya motor gres di rumahnya, Upic langsung saja memboyong ke rumah modifikasi RBJ Motor yang digawangi langsung Agus yang terletak di jalan Pattimura nomor 34 Puwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Proyek pun dijalankan, si empunya hajat ingin kesan cungkring lenyap dari tubuh si Vixion. Tanpa merasa bingung, builder Agus LA BRACK pun mengerti keinginan si Upic.

Awalnya, Agus LA BRACK langsung menggusur sebagian perangkat bawaan pabrik. Menghilangkan kesan cungkring yang menempel erat di tubuh Yamaha Vixion.

"Dudukan shockbreker belakang perlu diset ulang sehingga harus menambah besi plat 3 milimeter," jelas Agus lewat surat elektronik yang diterima detikOto, Senin (16/02/09).

Kelar mengganti sisi penunjang badan, bagian pelumat aspal pun diseimbangkan, Velg MGV 17 inci diusung untuk mengisi ruang pada ban Battlax 130/70-17 di bagian belakang dan ban Battlax 110/70-17 yang membaluri Velg MGV 17 inci di bagian depan.

Setelah itu, sesi keamanan tak dilupakan Agus, Piranti ciet depan juga ditukar menggunakan kepunyaan PSM serta disc belakang bermerek TDR. Untuk sesi ini pengereman tidak menjadi masalah karena dipasang ayunan up side down Gasoli di depan, yakin Agus.

Untuk memberi kesan street fighter, head lamp dan instrumen panel meter bawaan pabrik dicopot. Sebagai pangganti penyorot sinar di depan, Agus memasang kepunyaan Honda Revo Costum di motor Upic dan menambah tudung lampu seri Visor Honda Tiger.

Sebagia penyelaras tampilan, di buritannya memakai perangkat lampu rem dan sein costum, dan terpasang lengkap ditambah LED untuk penerangan pada kolong motor. Tidak itu saja, menambah kesan sangar maka diaplikasikan setang kemudi kepunyaan Kawasaki Ninja.

Setelah itu, Foot steep dipasang kepunyaan Yoshimura dan didampingi knalpot Spider yang menyemburkan aroma jantan dari Vixion yang telah menjelma dewasa itu.

Tidak sampai disitu, untuk memanjakan pengelihatan, sang modifikator tidak asal menggunakan warna cat, untuk itu ia menggunakan cat merek Sikken untuk mengganti kelir asli bodi yang berwarna Biru dengan oplos tiga cat Pentagloss untuk mendapatkan warna hijau tone gold berpancar bunglon.

Lebih mendapatkan hasil yang maksimal di sesi warna, Agus menjalarkan hingga ke bagian kaki-kaki, Agus mengkolaborasi warna kembali dan dibaluri pada pelek yang berwarna hitam namun bila terpancar cahaya akan berubah menjadi jadi biru.



Pede Dengan Tampilan Moge


Tidak puas karena bentuk body bawaan ATMP yg terlalu ramping membuat pemilik motor CBR 150 thn 2006 merubah bentuk hingga menyerupai motor sport yang ukuran besar.

"Gwe gak puas sama bentuk body yg terlalu ramping, gwe kepingin modif yang agak gedean biar lebih sangar. Pokoknya gw pingin moge sport, kata Yulianto dalam surat yang diterima detikOto, Sabtu (7/3/09).


Untuk itu warga komplek IKIP Blok BZ No. 16 Duren Sawit, Jakarta Timur ini membawa tunggangannya ke rumah modifikasi horse power yang digawangi Alva yang terletak di Jalan L No. 20 Perumahan Cipinang Elok 2 Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Selanjutnya, pemilik CBR 150 menyerahkan detail sepeda motornya kepada modifikator yang memang mengerti keinginan konsumennya.

"Konsep secara global sih pastinya gwe, cuman untuk detailnya gwe serahin ke modifikator," ujar Pijut.

Alva yang memang gape mengurusi sport semi moge tanpa kesulitan menghendel keinginan Pijut.

Pertama, dibentuklah fairing berbahan fiber model CBR 600 keluaran 2008. Bentuk ini sesuai keinginan Pijut yang memang keranjingan motor berbody besar dan sangar.

Dan untuk penyeimbang tampilan fairing yang besar, tangki model CBR 600 keluaran 2008 diaplikasikan pada motor yang bertangki kurus miliknya.

Nah, untuk yang satu ini Pijut memilih bahan yang lebih kuat. "Tangki motor dari plat galvanis biar lebih kuat," tuturnya.

Bentuk motor sedikit berubah. Namun, kurang pas jika tidak mengaplikasikan headlamp yang sesuai untuk mendukung aksi moge sport. Untuk itu, headlamp dicomot dari foglamp mobil, dan disesuaikan dengan lampu sein kepunyaan yamaha vixion dan untuk melekatkan moge sport, stang mencomot dari Suzuki GSX 400R. "Hasilnya lumayan, kira-kira 35 persen keinginan gwe tercapai," sahut pijut.

Beralih pada bagian buntut, untuk bagian ini Pijut yang memiliki konsep secara global untuk motornya harus menyesuaikan tampilan buritan agar matching dengan tampilan kepala.

Untuk itu model aprilia skutik 125 di cokokkan pada buritan motornya. Karena aprilia skutik 125 itu dirasa paling cocok untuk bagian belakang motor pijut.

Selesai pada bagian body, selanjutnya pada bagian kaki-kaki. Kaki-kaki kepunyaan Suzuki GSX 400R seperti upside down, velg depan dan belakang, swingarm dicantumkan pada si kaki kurus ini. Diteruskan pada bagian gear, rantai yang juga memakai limbah Suzuki GSX 400R.

Terakhir, tinggal pemilihan warna. Pijut enggan merubah warna motornya. "Aslinya warna kuning bro, gwe gak mau ubah warna sesuai STNK. Masalah warna, gwe samain sama sebelumnya bro," tegas Pijut. ( ikh / ikh )


Modifikasi Yamaha Mio


Memundurkan roda belakang, melebarkan bodi dan pakai ban superlebar, itulah modifikasi yang banyak dilakukan pada Yamaha Mio. Tapi coba lihat karya berani dari Siswo Winoto. Builder asal Puerto Rico, maaf maksudnya Purwokerto, Jawa Tengah ini. Ia menyikat habis bodi dan hampir seluruh sasis dari produk berlambang garputala ini, sehingga bentuk standarnya sudah sirna.

Korbannya, Yamaha Mio 2008 milik Reza Ganang Hermawan. Semula ia ingin menunggang skubek dengan tampilan tidak standar alias sudah dimodifikasi. Coba mengutarakan niatnya dengan Wiwin – biasa Winoto disapa – malah ditawari konsep streetfighter.



MATIC PENGGERAK RANTAI SUPER GAMBOT


Meskipun ada motor gambot dalam arti sesungguhnya (Piaggio MP3 full air brush realis) toh Vario ini memiliki nilai lebih.

Siapapun tak menyangka, bahwa ini adalah motor local yang dimodifikasi sehingga memberi kesan motor dengan kapasitas besar. Apa saja ubahannya?Well, bisa dibilang motor ini sudah hilang ciri khasnya. Ini merupakan image modifikator sejati,hanya menyisakan rangka dan mesin saja.

Motor ini sengaja didedikasikan untuk even ini, sapuan airbrush rapi jali menghiasi body fiber glass yang tak kalah rapinya,nyaris mengesankan motor buatan pabrik.Seperti trend modifikasi motor matik, wheelbasenya bertambah panjang.


Mio Hello Kitty



Sudah setahun lebih pemilik mio ini memimpikan mempunyai motor matic. baru sekarang mimpi nya terwujud. Ketika Motor datang. langsung di bawa Ketempat kami untuk di modifikasi. Pemilik motor ini menginginkan sesuatu yang berbeda, oleh karenanya di pilih motif airbrush Hello Kitty,

walaupun bermotif feminim, tetapi Motor mio ini dilengkapi dengan segudang peralatan yang memukau, sebagai contoh untuk sistem pengereman depan sudah di upgrade memakai master rem Kitaco yang mempunyai pompa lebih besar, cakram Kitaco berdiameter 260 mm, dengan kaliper 6 piston dari kitaco, dan untuk sektor pengereman belakang di percayakan kepada produk SRK dari thailand yang sudah tersedia satu set, Hanya saja untuk bagian master rem belakang di ganti oleh produk Kitaco agar sama dengan yang depan. Untuk bagian suspensi belakang dipercayakan kepada produk RRGS tabung, sedangkan untuk yang depan menggunakan bottom shock X speed model up side down, masih dirasa blum cukup, pemilik memasang Speedo meter lengkap dari koso bertipe RX1N, kemudian di bagian lampu senjanya dipasang angel eyes, serta lampu xenon HID untuk penerangan lampu utama nya. masih dirasa kurang juga, performa mesin nya ditingkatkan menjadi 155cc. untuk bore up dipercayakan kepada produk Aeon, dan dilengkapi dengan Noken AS Kawahara. Lantai mio ini di ganti dengan Boardes berbahan akrilik yang dilengkapi dengan paku paku almunium. proyek selanjutnya mengganti selang rem depan dengan produk dari Hel, kemudian pemilik masih memesan knalpot karbon kevlar dengan suara yang lembut, sektor belakang masih dalam proses pengerjaan berupa penggantian mika, dan pembuatan Platnomor menyala.


Revolusioner Transeksual


Ini benar-benar revolusioner, ganti kelamin transeksual nggak hanya dari Jupie cub ke Supermoto ekstrem, bahkan juga dari mesin single silinder jadi berkonstruksi L-Twin. “Konsepnya dari oret-oretan desain yang langsung dituangkan ke motor,” seru Gunawan, modifikator dari Planet Custom Pontianak.

TUBULAR FRAME
Rangka dibikinkan baru, niru rancangan tubular frame dari Ducati Monster. Bahannya dirancang dari pipa besi gas 3/4” yang dipancang hingga merubah tampilannya jadi berbasis sosok sport. Sementara itu rangka orsi Jupie hanya menyisakan dudukan mesin dan home stir only.

BODY STYLE
Selanjutnya permainan fiber mulai dilakoni dari bodi sampai tangki, lampu depan milik Satria FU dicustom. Desainnya mirip Supermoto, lampu depan menyatu dengan spatbor. Tangki dibikin ramping, begitu juga jok lebih tipis mirip trial.

KAKI-KAKI
Konsep yang dipilih adalah Supermoto, otomatis kaki-kakinya jadi jenjang dan berground clearance tinggi. Sok depan up side milik Nice tech, dicombo dengan pro arm dari NSR SP 150 komplit beserta monosoknya. Pontianak lagi trend limbah moge, Gunawan juga mengaplikasikan. Pelek belakang bawaan dari NSR SP, berbeda dengan depan milik Racing Boy 17”. Keduanya berbalut karet aspal Battlax 110/70x17 dan Delitire 130/80x17, bikin kekar Supermoto jadi-jadian.

L-TWIN ENGINE
CONFIGURATION
Gaya transeksual lebih maju dikit ala Planet Custom, tidak hanya bodi doang tapi mesin juga diakali. Mesin tidur ditambahi mesin jadi-jadian, ditambahi satu gelondongan silinder set GL Pro hingga terlihat bermesin L2 ala Ducati. “Ini julukannya mesin panas dingin, artinya saat digeber dan mesin bekerja, silinder set mesin asli pasti panas, sedangkan silinder set mesin ‘kedua’ jelas dingin atau hangat saja,” kekeh Tito, redcrew ototrend yang juga kerap bikin mesin ‘panas dingin’ di Binter Merzy kesayangan.
Pasangnya mudah banget. Bikinkan dulu adaptor dari plat setebal 1,2 mm yang penampangnya dibikin kotak dan disesuaikan dengan lekukan yang ada di blok mesin bagian atas milik Jupie. Lantas, adaptor ini dihubungkan dengan braket yang ditautkan ke rangka utama. Mencegah agar tidak terlalu bergetar, bagian atas silinder set ‘palsu’ sebaiknya ditautkan pula ke rangka.
n tim


Yamaha Vixion Rasa Moge



Rian makin percaya diri setelah motor Yamaha Vixion miliknya dipermak habis oleh rumah modifikasi Ricky Motor Sport. Yamaha Vixion miliknya kini serasa moge.

Low Rider Extreme dari Suzuki Skywave


Umumnya, modifikasi low rider didominasai dua merek, yakni kalau enggak Yamaha Mio, ya Honda Vario. Nih, sekarang ada Suzuki Skywave 125 buatan 2008 yang digarap rumah modifikasi X-16 Motor Bike. Karya rumah modifikasi di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat itu punya keistimewaan tersendiri di beberapa bagian.

Paling nyata, pada ban. Ring asli 16 inci diubah jadi 17 inci yang dibalut ban ukuran 200/50 profil tipis. “Tadinya hanya mau pakai ring 16 seperti aslinya. Tapi rada susah di ban, maka diakali pakai ring 17,” ungkap Johanes Hanafi, sang modifikator. Keuntungan yang dipetik, ketinggian motor tidak berubah banyak.

Bajaj Pulsar 200 DTSi Teririt di Dunia


Wow! Dengan 1 liter bensin, Bajaj Pulsar 200 DTSi bisa menempuh jarak sejauh 266 km. Barangkali motor dari India ini boleh diklaim sebagai yang teririt di dunia. Dikatakan oleh si pemiliknya, Hendry Martin ST, setiap bulan hanya diisi 5 liter bensin.

Setiap hari, rute motor jenis sport itu dari rumah ke kantor berjarak 26 km. Belum lagi, kata Martin, dibawa keliling rumah. Penasaran kan, kok bisa seirit itu? Bebek maupun skubek aja enggak ada yang bisa menempuh jarak di atas 100 km dengan 1 liter.

Saking penasarannya, tim Motor Plus pun menjajalnya, meski harus dua kali lantaran yang pertama ada kebocoran pada peralatan. Barulah uji kedua, dengan menempuh 16 km, menghabiskan bensin 60 ml. Jadi, kalau 1 liter (1.000 ml), motor bisa merayap sejauh 266 km. Padahal, standarnya Pulsar DTSi untuk 1 liter hanya mencapai 40 km.

Generator hidrogen
Martin bisa bikin motornya superirit hanya bermodalkan sekitar Rp 1,5 juta. Biaya itu untuk membeli berbagai peranti penghemat, seperti Xado Revitalisasi, DC Booster, CDI stabilizer, Xtreme Fire Booster, dan generator hidrogen. Dari semua peranti itu, generator hidrogen memberi pengaruh paling besar dan harga alatnya Rp 375.000 sudah termasuk ongkos pasang.

Keiritannya bisa mencapai 47,5 persen. Alat ini yang memproduksi air menjadi bahan bakar karena, kata Martin, generator memiliki elemen atau sel yang beresonansi setelah diberi arus listrik. "Akibat resonansi tadi, gas hidrogen dan oksigen yang ada di air keluar dan kemudian disalurkan ke karburator sehingga terjadi ledakan," bilang warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ini.

Sistem penyaluran gas (hidrogen dan oksigen) melalui selang ke intake manifold yang di depan karburator. Karena itulah, bensin yang dikonsumsi jadi sangat sedikit sekali sebab energi pembakaran diraih dari oksigen dan hidrogen tambahan tadi.

Untuk mengisi air bisa dari air mineral dan volume tabung sekitar 300 ml. Jumlahnya tidak akan berkurang, hanya keruh, dan Martin menggantinya setiap tiga hari sekali.

Selain itu, Martin memakai Xado Revitalisasi, Turbo, dan Anti Carbon. Semacam cairan yang dicampur ke dalam oli mesin. Tujuannya, untuk mengembalikan kondisi jeroan mesin seperti baru. "Kompresi atau kualitas dalaman mesin setelah masa pakai tidak akan mempengaruhi performa," tegas pria yang kerja di Telkomsel ini.

Dengan kondisi mesin seperti baru, berarti gas tak perlu dibejek. Ujung-ujungnya, sedikit bensin yang terbakar, dan pemakaian cairan ini, diyakini Martin, memberi kontribusi sekitar 5 persen.

Dari bahan bakar, Martin coba mencegat pada sistem kelistrikan. Di sektor ini, ia menggunakan DC Booster yang dipasang paralel ke aki. Diestimasikannya, hal itu memberi keuntungan sampai 15 persen. "Dengan begitu, pembakaran jadi lebih sempurna," yakin pria asal Padang, Sumatera Barat.

Masih di kelistrikan, untuk menjaga kestabilan tegangan input CDI, supaya bekerja optimal, ditambah dengan stabilizer yang dipasang antara aki dan CDI. Alat ini menyumbang peran sekitar 10 persen.

Terakhir, Xtreme Fire Booster yang ditempatkan antara koil dan busi. Fungsinya memperkuat energi pengapian. Peran dalam pengiritannya, dinilai Martin, bisa sampai 20 persen.

Penasaran, silakan pasang!